No Widgets found in the Sidebar
crypto
crypto

Waspada! Industri Crypto Di Tepi. Industri cryptocurrency berada di ujung tanduk pada hari Senin karena bitcoin berjuang untuk tetap di atas level kunci, dengan investor khawatir bahwa masalah pada pemain crypto utama dapat melepaskan guncangan pasar yang lebih luas.

London/Hongkong:

Bitcoin telah turun pada hari Sabtu ke level $17.592,78, jatuh di bawah $20.000 untuk pertama kalinya sejak Desember 2020. Bitcoin telah kehilangan hampir 60% nilainya tahun ini dan 37% bulan ini saja dalam krisis terbaru sektor cryptocurrency.

Industri cryptocurrency sedang berada di ujung tanduk pada hari senin, karena bitcoin sedang berjuang tetep berada di level kunci. Dan investor khawatir bahwa masalah pada pemain crypto utama dapat melepaskan guncangan pasar, yang lebih luas. Untuk Bitcoin, mata uang kripto terbesar di dunia, diperdagangkan tepat di bawah level simbolis $20.000 pada awal jam perdagangan London – kira-kira puncak dari rekor sebelumnya pada tahun 2017.

Kejatuhannya mengikuti masalah di beberapa pemain industri utama. Penurunan lebih lanjut, kata pelaku pasar, dapat memiliki efek knock-on karena investor kripto lainnya terpaksa menjual kepemilikan mereka untuk memenuhi margin call dan menutupi kerugian.

Dana lindung nilai Crypto Three Arrows Capital sedang menjajaki opsi termasuk penjualan aset dan bailout oleh perusahaan lain, pendirinya mengatakan kepada Wall Street Journal dalam sebuah cerita yang diterbitkan Jumat, hari yang sama pemberi pinjaman crypto yang berfokus di Asia Babel Finance mengatakan akan menangguhkan penarikan.

Celsius akan terus bekerja dengan regulator dan pejabat

Pemberi pinjaman yang berbasis di AS Celsius Network bulan ini mengatakan akan menangguhkan penarikan pelanggan. Dalam sebuah blog pada hari Senin, Celsius mengatakan akan terus bekerja dengan regulator dan pejabat, tetapi akan menghentikan sesi tanya jawab pelanggannya.

“Rasanya seperti tahun 2008 bagi saya dalam hal bagaimana bisa ada efek domino dari kebangkrutan dan likuidasi,” kata Farthing.

Bahkan Token yang lebih kecil, yang biasanya bergerak bersama dengan bitcoin, juga dirugikan. Token ether No.2 berada di $1,0752, setelah turun di bawah level simbolisnya sendiri sebesar $1.000 selama akhir pekan.

crypto jatuh

Jatuhnya pasar crypto bertepatan dengan penurunan untuk ekuitas, karena saham AS mengalami penurunan persentase mingguan terbesar dalam dua tahun di tengah kekhawatiran kenaikan suku bunga dan kemungkinan resesi yang semakin besar.

Pergerakan Bitcoin cenderung mengikuti pola yang mirip dengan aset berisiko lainnya seperti saham teknologi.

Kapitalisasi pasar crypto keseluruhan kira-kira $877 miliar, menurut situs harga Coinmarketcap, turun dari puncaknya $2,9 triliun pada November 2021.

Industri Kripto dan Blockchain Masih Jadi Lahan Segar Bagi Pemodal

crypto

Industri aset kripto dan blockchain masih menjadi fokus utama para investor modal ventura atau venture capital (VC), meski pasar sedang lesu. Bitcoin turun hampir 70% dari level tertingginya pada akhir tahun 2021, ketika VC menarik kembali investasi di sektor lain, aktivitasnya di start-up kripto dan blockchain tetap sibuk seperti biasanya.

Baca Juga  Fakta Pengakuan Lesti Kejora

Menurut Dove Metrics, ada 160 investasi publik oleh VC kripto bulan Juli lalu dengan total pendanaan yang diraih mencapai US$ 1,91 miliar. JP Morgan mencatat sejauh ini pada tahun 2022, investasi VC di industri kripto dan blockchain telah mencapai US$ 18,3 miliar. Itu hampir tiga kali lipat jumlah yang diinvestasikan pada tahun 2020.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO) Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan walau pasar aset kripto tengah bearish, minat pemodal untuk mendanai start-up atau proyek blockchain masih tinggi. Menurutnya, saat ini adalah waktu yang tepat untuk menentukan startup atau proyek kredibel dan memiliki fundamental yang kuat untuk diinvestasikan.

Investasi Di Start-up Kripto Atau Blockchain

“Crypto winter tidak menumpulkan selera investasi venture capital. Saya melihat modal tersedia dan bisa digunakan untuk investasi di start-up kripto atau blockchain lainnya. Namun, beberapa VC kini lebih selektif untuk menentukan start-up atau proyek mana yang akan mereka danai,” kata pria yang akrab disapa Manda, Jumat (5/82022).Menurut Manda, saat ini VC akan semakin fokus untuk melakukan due diligence yang ketat dalam membuat keputusan menggelontorkan dana mereka. Perubahan perilaku VC ini sedikit berpengaruh melihat kondisi pasar dan risiko ekosistem kripto dan blockchain yang masih pada masa tahap awal perkembangan.

Pergeseran fokus ini berbeda pada bulan dan tahun sebelumnya, fakta bahwa satu atau lebih dana VC telah diinvestasikan dalam sebuah startup atau proyek yang biasanya cukup melihat perkembangan dari lonjakan nilai token kripto dalam ekosistemnya. Namun, saat ini tidak menjalankan metode seperti itu lagi.

“Saat ini VC harus lebih berhati-hati dalam melakukan pendanaan ke start-up atau proyek kripto maupun blockchain. Banyak dari mereka telah melihat nilai investasi dan reputasi bisa anjlok, karena proyek yang mereka promosikan secara aktif mengalami kegagalan, seperti kasus Terra yang menghantam seluruh industri kripto,” jelasnya.

Tidak hanya VC, perusahaan besar atau institusi lainnya juga mulai mantap memasuki industri kripto dan blockchain. Terbaru BlackRock yang kini siap memberikan klien investor institusionalnya mereka akses ke investasi aset kripto.

Pasar Kripto Mulai Bangkit, Awas Bull Trap!

Performa pasar kripto pada Selasa (1/10/2022) pagi terlihat mulai bangkit. Sejumlah aset kripto big cap mulai masuk tipis-tipis ke zona hijau jelang rapat komite pasar terbuka federal (FOMC) The Fed.

Sesuai proyeksi sebelumnya, pasar kripto mulai bergerak naik jelang rapat FOMC yang akan berlangsung 1-2 November nanti. Investor institusi atau whale yang punya banyak dana di pasar mulai melakukan akumulasi, setelah pasar terus turun sejak akhir pekan lalu.

Trader Tokocrypto Afid Sugiono menambahkan, investor ritel atau traders harus mencermati pergerakan reli ini. Sepertinya pola bull trap akan terjadi jelang keputusan rapat FOMC. “Pasar terlihat mulai bullish dan menunjukkan sentimen positif dengan reli singkat, namun nanti ketika keputusan suku bunga sudah keluar akan jatuh kembali,” ungkap Afid,

Baca Juga  Cara Transfer DANA ke Bank hingga Sesama Pengguna

Menurut Afid Banyak Analis Yang Memperkirakan The Fed

Menurut Afid, banyak analis yang memperkirakan The Fed akan mengerek suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin dengan besaran pluang 81% dan tidak akan berlaku lebih agresif mengingat tingkat inflasi AS yang perlahan tapi pasti mulai melandai. The Fed kemungkinan akan mengerem kenaikan suku bunga acuannya menjadi 50 basis poin pada Desember mendatang.

Dalam lima FOMC terakhir, lanjut Afid, harga Bitcoin yang merupakan aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, cenderung bereaksi negatif dalam jangka pendek setelah pengumuman kenaikan suku bunga agresif.

“Kemungkinan, pada rapat FOMC mendatang akan sama alami penurunan dan terjadi bull trap,” tambah Afid.

Di sisi lain, Afid mengungkapkan jika melihat nilai indeks Dolar AS (DXY) pada hari Selasa (1/11/2022) pagi ini, sedang melemah. Ini menguatkan investor mulai kembali masuk ke aset berisiko, seperti kripto. Terpantau DXY di level 111.40 pada pukul 09.00 WIB dan 0,11%.

Dari analisis teknikal, Afid mengatakan, dalam sepekan terakhir, harga Bitcoin nampak sedang on the track menembus ambang batas psikologis harga jual di angka US$ 20 ribu menuju US$ 21 ribu.

Reli singkat ini bisa membawa BTC menuju harga US$ 20.627-US$ 20.931 yang menjadi level resistance terdekatnya.

Pasar Kripto Kembali Tersandung di Awal Pekan

crypto

Di awal pekan, performa pasar kripto kembali menurun turun ke zona merah. Pada Senin (7/11/2022) pagi. Sejumlah aset kripto big cap melemah, setelah pada akhir pekan lalu reli dengan kenaikan harga yang cukup signifikan.

Misalnya, saja Bitcoin (BTC) berhasil tembus diperdagangan dengan harga lebih dari US$ 21 ribu pada hari Sabtu (6/11/2022). Ini capaian level tertinggi baru selama tujuh minggu terakhir.

Peningkatan ini telah mendorong gairah investor dan berpotensi menandakan perubahan.

Trader Tokocrypto Afid Sugiono mengatakan, faktor pendorong reli pada akhir pekan lalu adalah laporan data pekerjaan AS.

Indeks dolar AS (DXY) langsung melemah setelah data tingkat pengangguran AS meningkat, sehingga pasar kripto berbalik arah menjadi naik.

“Dengan data pengangguran AS meningkat, The Fed akan mengerem kenaikan suku bunga acuannya bulan depan untuk mengurangi kejatuhan ekonomi .

The Fed dapat terus menaikkan suku bunga, jika inflasi tidak melambat,” kata Afid Sugiono, Senin (7/11/2022).

Penyebab Reli Tersandung Investor crypto

Sementara, penyebab reli tersandung di Senin (7/11/2022) pagi ini adalah salah satunya sebagian besar investor terutama whales sudah mulai melakukan taking profit atas kenaikan harga kripto pada akhir pekan lalu. “Mereka mulai mencicil menjual asetnya untuk dapat keuntungan dan menutupi kerugian dari penurunan sebelumnya,” tambah Afid.

Faktor lain investor tengah wait and see dan menjaga jarak di pasar karena nilai DXY kembali menguat di level 111.13 pada pukul 09.00 WIB naik +0.23%.

Kombinasi cocok yang membuat investor menjauh dari pasar kripto.Menurut Afid, Sentimen lainnya, adalah midterm elections 2022 yang di gelar Selasa (8/11/2022).

Baca Juga  Fakta Pria Di Atas 40 Tahun Yang Tidak Boleh Manikahi Wanita

“Beberapa investor mengharapkan kripto untuk reli juga setelah peristiwa tersebut, karena AS sudah memiliki kerangka aturan yang ramah kripto,” papar Afid.

Selain itu, lanjut dia, ada ada data Consumer Price Index (CPI) Oktober atau indeks harga konsumen yang di rilis. CPI ini sering digunakan untuk mengukur tingkat inflasi. Jika inflasi meningkat lebih lanjut, permintaan untuk aset kripto mungkin akan terkena dampak negatif.

Dari analisis teknikal, titik support pada level US$ 20.955 masih menjadi tahanan terdekat yang solid untuk menahan laju penurunan harga Bitcoin. “Saat ini pergerakan harga Bitcoin terlihat kembali turun. Diharapkan harga Bitcoin kembali bounce setelah menyentuh titik tersebut,” tutup Afid.

Pasar crypto Jatuh Lebih Dalam Imbas Pemilu Paruh Waktu AS dan Kasus FTT

crypto

Performa pasar kripto terus terjun turun ke zona merah pada Selasa (8/11/2022) pagi. Sejumlah aset kripto big cap melemah jauh yang membuat investor khawatir. Pasar kripto tengah bersiap menghadapi pemilihan paruh waktu AS yang di jadwalkan pada tanggal 8 November 2022 waktu setempat. Pemilu ini merupakan bagian penting dalam sistem pemerintah di Amerika Serikat yang di harapkan akan memberikan perubahan.

Trader Tokocrypto Afid Sugiono menjelaskan, investor sedang wait and see dan menghentikan aksi akumulasi untuk melihat hasil pemilu yang akan memilih anggota-anggota kongres,

parlemen negara bagian, dan beberapa gubernur. “Meski begitu, pemilu ini di harapkan akan memberikan hasil yang baik untuk kripto, ” kata Afid menjelaskan, salah satunya ke bijakan baru . Misalnya, RUU kripto yang di masukkan ke dalam kinerja pemerintahan atau undang-undang lain yang harus di sahkan. Namun, sebelum ada hasil yang pasti, pasar belum akan bergerak naik. Di sisi lain, pasar kripto juga terpukul atas kisruh yang melibatkan exchange terbesar, Binance dan FTX, serta Alameda Research.

“Kekhawatiran tentang potensi kebangkrutan Alameda dan FTX membuat investor enggan aktif di pasar,” tambah Afid.

Investor Enggan Aktif Di Pasar crypto

Menurut Afid, Binance yang melikuidasi seluruh asetnya token FTT pada pekan lalu menjadi faktor fundamental tersendiri.

Hal ini termasuk FUD yang membuat ketakutan investor melakukan akumulasi, sehingga harga-harga menjadi turun. Faktor lain nilai DXY juga masih menguat di level 110.28 pada pukul 10.00 WIB naik 0.15%.

“Ini membuat pasar kripto sulit melemah. Di banding indeks saham AS, kripto jauh lebih menderita dan korelasi keduanya kini mulai menjauh,” paparnya. Dari analisis teknikal, Afid menambahkan, Bitcoin kembali meneruskan tren negatifnya setelah kandil mingguan di tutup merah, turun sebesar 3%. BTC sedang melakukan retest pada level support terkuatnya di US$ 20 ribu sebagai harga dasarnya. Bitcoin tercatat menyentuh level ini sebanyak dua kali dan berhasil rebound yang berarti US$ 20 ribu

“Namun, level US$ 19.891 kembali menjadi titik support sebagai tahanan terdekat apabila harga Bitcoin mengalami koreksi. Sementara, level resistence jika terjadi breakout dan kembali naik di harapkan bisa menuju US$ 20.909 sebagai batas atas kuatnya,” tutupnya.