No Widgets found in the Sidebar

Viral Pernikahan di Lutra Di batalkan gegara Banjir, Tenda Dekor Megah Sia-sia

Viral Pernikahan di Lutra Di batalkan, heboh di media sosial resepsi pernikahan di Kabupaten Luwu Utara (Lutra), Sulawesi Selatan (Sulsel)

baca juga: Resep Terbaru Dubu Buchim

terpaksa di batalkan karena lokasi acara di terjang banjir. Tenda dengan pernak-pernik dekorasi yang megah pun harus di bongkar sia-sia karena sudah terendam air.


Dalam video beredar yang di lihat, sejumlah warga tampak mengamankan pernak-pernik tenda pengantin.

Tampak dekorasi megah sudah terpasang di bagian atas tenda. Ketinggian air terlihat mencapai paha hingga perut orang dewasa.

Kursi acara juga tampak sudah di susun rapi. Peristiwa ini di ketahui terjadi di Desa Lembang-lembang, Kecamatan Baebunta Selatan,

Kabupaten Luwu Utara. Banjir menerjang pada Selasa (30/8) pagi saat semua persiapan telah di rampungkan.

“Tiba-tiba ada air subuh-subuh itu (air) datang,” kata adik mempelai laki-laki, Nisa saat di konfirmasi , Kamis (1/9/2022).

Nisa menuturkan, setelah lokasi acara di terjang banjir, pada malam harinya tenda langsung di bongkar pihak dekorasi.

Air saat itu juga masih terus naik hingga mencapai perut orang dewasa. Tendanya langsung di bongkar waktu malam Rabu juga

karena dalam sekali mi itu air sampai mi di perut,” tuturnya.

Pihaknya bahkan tidak sempat melaksanakan acara resepsi karena kondisi yang sudah tidak memungkinkan.

Tamu undangan juga di sebut banyak yang tidak hadir, sehingga mempelai hanya foto bersama di rumah.

“Tidak ada mi acara resepsinya tinggal acara foto-foto saja di atas rumah, tidak ada juga orang datang jadi begitu mi,” jelasnya.

Kendati begitu, Nisa mengatakan kedua mempelai dan keluarganya tidak begitu mempermasalahkan musibah yang menimpa mereka.

“Ini kan acara marolanya mi ji, jadi tidak menyesal ji mempelainya. Mau bagaimana lagi kalau Allah sudah berkehendak begini ya sudah kita ikhlaskan saja, dari Allah ji juga ini hujan,” pungkasnya.

Seperti di ketahui, sejumlah daerah di Luwu Utara memang sedang di landa banjir. Sedikitnya ada 20 desa dan 5 kecamatan yang terendam banjir hingga menyebabkan sejumlah titik akses jalan terputus karena longsor.

“20 desa yang terdampak tersebar di 5 Kecamatan di antarnya Kecamatan Malangke, Malangke Barat, Baebunta,

Baebunta Selatan dan Sabbang,” kata Kepala BPBD Luwu Utara Muslim Muchtar saat di konfirmasi , Rabu (31/8).

baca juga: Santri Putra Di duga Di aniaya Teman nya