No Widgets found in the Sidebar
Tunda Keputusan Tentang Crypto
Tunda Keputusan Tentang Crypto

Tunda Keputusan Tentang Crypto. Komite petugas di GST telah menyarankan Dewan GST untuk menunda keputusan tentang cryptocurrency dan pajak aset digital virtual lainnya

New Delhi: Tunda Keputusan Tentang Crypto

Komite petugas di GST telah menyarankan Dewan GST untuk Tunda Keputusan Tentang Crypto keputusan tentang cryptocurrency dan pajak aset di gital virtual lainnya.

Pada laporan nya kepada Dewan GST, Dan untuk selengkap nya komite menjelaskan bahwa undang-undang tentang regulasi cryptocurrency di nantikan.

Mengidentifikasi semua pasokan relevan yang terkait dengan ekosistem kripto akan menjadi penting, selain mengklasifikasikan apakah itu barang atau jasa.

Kemudian komite petugas dari pusat dan bagian negara, yang mana sebagai penjelasan komite.

Bahwa merasa di butuhkan belajar yang lebih dalam tentang masalah yang terlibat dalam ekosistem kripto.

Sudah di tetapkan bahwa haryana dan karnataka, akan mempelajari semua aspek dan menyerahkan makalah di hadapan komite sesuai dengan waktu yang sudah di tentukan.

Di butuhkan penentuan Dan Tunda Keputusan Tentang Crypto

Kemudian komite merasa bahwa di butuhkan penentuan untuk, semua pasokan yang bersangkutan dengan ekosistem crypto di bawah lingkungan GST: sifatnya, apakah aktivitas tersebut berupa barang atau jasa dan tarif yang berlaku.

Oleh karena itu, disarankan agar Dewan menunda keputusan tentang perpajakan cryptocurrency dalam pertemuan berikutnya pada 28-29 Juni.

Anggaran 2022-23 telah mengklarifikasi retribusi pajak penghasilan atas aset kripto; Namun, di depan Pajak Barang dan Jasa (GST), klasifikasi cryptocurrency apakah itu barang atau jasa masih belum jelas.

Terhitung dari 1 April, pajak penghasilan 30 persen berserta biaya tambahan.

di bebankan kepada transaksi tersebut. dengan cara yang sama seperti mendapatkan kemenangan dari pacuan kuda, atau transaksi spekulatif lainnya.

1 persen untuk pembayaran di atas 10.000 terhadap mata uang virtual Dan Tunda Keputusan Tentang Crypto

Selanjut nya TDS 1 persen untuk pembayaran di atas 10.000 terhadap mata uang virtual, juga sudah di beritahukan yang akan di selenggarakan pada 1 juli.

Dan batas awal untuk TDS adalah ₹ 50.000 pertahun untuk orang-orang tertentu. yang menangkap individu/HUF, yang di haruskan untuk melakukan pemeriksaan pada akun mereka berdasarkan UU IT.

Ini Alasan Kripto Di kenakan PPN dan PPh Tunda Keputusan Tentang Crypto

Cryptocurrency atau uang kripto adalah mata uang yang tengah populer dalam beberapa tahun terakhir, terutama di kalangan anak muda. Singkat cerita, banyak kisah sukses anak muda dari berbisnis uang kripto tersebut.

Baca Juga  Si Kecil Usia 2 Tahun Dan Proses Pertumbuhanya

Di dunia, ada banyak jenis uang kripto yang beredar. Dari namanya, cryptocurrencyberasal dari dua kata. Yakni, cryptography yang berarti kode rahasia dan currencyyang artinya mata uang.

Dengan kata lain, uang kripto adalah mata uang virtual yang dilindungi kode rahasia. Sederhananya, uang kripto adalah mata uang yang memiliki sandi-sandi rahasia yang cukup rumit berfungsi melindungi dan menjaga keamanan mata uang digital ini.

Artinya, transaksi mata uang kripto tidak bisa dipalsukan. Pencatatan dari mata uang kripto adalah biasanya terpusat dalam sebuah sistem yang disebut dengan teknologi blockchain.

Sementara itu, menurut Forbes, ada tiga kata kunci yang melekat pada cara kerja mata uang kripto, yakni digital, terenkripsi, dan desentralisasi. Artinya tidak seperti mata uang konvensional, baik dolar AS atau euro, atau bahkan rupiah, mata uang digital ini tidak dikontrol oleh otoritas sentral dari sisi nilai dari uang tersebut. Dengan demikian, tugas dalam mengontrol dan mengelola mata uang ini sepenuhnya di pegang oleh pengguna mata uang kripto melalui internet.

Cara mendapatkan cryptocurrency adalah dengan menambang. Bitcoin merupakan mata uang kripto pertama. Prinsip mata uang kripto sendiri secara prinsip sistem uang elektronik peer to peer yang bisa di akses di laman bitcoin.org.

Dalam perkembangan selanjutnya, kini setidaknya ada 10.000 jenis mata uang kripto yang di perdagangkan. Namun demikian, untuk di Indonesia, ada 229 aset kripto yang telah terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Terus Meningkat

Menurut data yang di lansir Kementerian Keuangan, OJK, dan Bappebti, dalam beberapa tahun ini, baik transaksi maupun investor kripto di Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun. Pada 2020 misalnya, transaksi kripto baru mencapai Rp64,9 triliun dengan investor mencapai 4 juta. Pada 2021, nilai transaksi yang di hasilkan naik menjadi Rp859,4 triliun dengan investor mencapai 11,2 juta.

Sementara itu, dari Januari—Februari 2022, nilai transaksi yang di hasilkan mencapai Rp83,88 triliun dan investor sebanyak 12,4 juta. Bagi pemerintah, transaksi dan investor yang di hasilkan dari uang kripto luar biasa, dan wajar di kenakan pajak pertambahan nilai (PPN) dan pajak penghasilan atau PPh.

Bisa jadi alasan itu yang melatarbelakangi pemerintah berencana memberlakukan pajak kripto dalam bentuk PPN dan PPh. Rencananya, pemberlakuan itu atas aset kripto mulai 1 Mei 2022.

Transaksi aset kripto akan di kenakan tarif PPh dan PPN yang bersifat final. Ketentuan mengenai pajak kripto ini tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 68 tahun 2022. Aturan ini merupakan aturan turunan dari Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (UU HPP).

Baca Juga  Siswa MTs Tewas Usai Kena Bully 9 Teman

Dasar pengenaan PPN atas kripto lantaran di anggap sebagai komoditi yang termasuk dalam objek PPN sebagaimana UU PPN. Sementara itu, dasar pengenaan PPh atas kripto karena penghasilan dari perdagangan aset kripto di hitung sebagai tambahan kemampuan ekonomis yang di peroleh wajib pajak sebagaimana di atur dalam UU PPh.

Perlakuan PPN atas penyerahan aset kripto ini berupa barang kena pajak (BKP) tidak berwujud, jasa kena pajak (JKP) berupa jasa penyediaan sarana elektronik yang di pakai untuk transaksi, dan JKP berupa jasa verifikasi transaksi aset kripto atau jasa manajemen kelompok penambang aset kripto.

Mata Uang Kripto adalah Uang Digital, Begini Cara Kerjanya

Tunda Keputusan Tentang Crypto

Dalam satu tahun terakhir, mata uang kripto mengalami peningkatan popularitas di Indonesia. Hal serupa pun terjadi di pasar internasional. Di Indonesia, berdasarkan data Kementerian Perdagangan (Kemendag), hingga akhir Mei 2021, jumlah investor aset kripto mencapai 6,5 juta orang. Jumlah tersebut meningkat lebih dari 50 persen bula di bandingkan dengan tahun 2020 lalu yang sebanyak 4 juta orang. Lalu, apa itu mata uang kripto? Di kutip dari Investopedia, Rabu (23/6/2021), mata uang kripto adalah mata uang digital yang menggunakan kriptografi sebagai jaminan. Kriptografi sendiri merupaka metode yang di gunakan untuk melindungi informasi dan saluran komunikasi melalui penggunaan kode. Penggunaan kriptografi tersebut membuat penggunaan mata uang kripto tidak bisa di manipulasi. Artinya, transaksi mata uang kripto tidak bisa di palsukan. Pencatatan dari mata uang kripto biasanya terpusat dalam sebuah sistem yang di sebut dengan teknologi blockchain.

Cara Kerja Mata Uang Kripto

Di kutip dari Forbes, ada tiga kata kunci yang melekat pada cara kerja mata uang kripto, yakni di gital, terenkripsi, dan desentralisasi. Artinya tidak seperti mata uang konvensional, yakni dollar AS atau Euro, atau bahkan rupiah, mata uang digital ini tidak di kontrol oleh otoritas sentral dari sisi nilai dari uang tersebut. Sehingga, tugas dalam mengontrol dan mengelola mata uang ini sepenuhnya di pegang oleh pengguna mata uang kripto melalui internet. Bitcoin merupakan mata uang kripto pertama. Prinsip mata uang kripto sendiri secara prinsip telah di jelaskan oleh Satoshi Nakamoto dalam sebuah tulisan yang berjudul ‘Bitcoin: Sistem Uang Elektronik Peer to Peer’ yang bisa di akses di laman bitcoin.org. Di dalam tulisan tersebut Nakamoto mendeksirpsikan proyek aset kripto itu sebagai sistem pembayaran elektrobik yang berlandaskan bukti kriptografi, bukan sekadar kepercayaan. Bukti kriptografi tersebut ada dalam bentuk transaksi yang di verifikasi dan di catat dalam program yang di sebut dengan blockchain.

Mata Uang Kripto Terpopuler

Bagi Anda yang tertarik untuk melakukan perdagangan aset kripto, perlu di ketahui, setidaknya ada 10.000 jenis mata uang kripto yang saat ini di perdagangkan. Namun demikian, untuk di Indonesia sendiri, ada 229 aset kripto yang telah terdaftar di Badan Pengawas Perdagagan Berjangka Komoditi (Bappebti). Bila di kerucutkan berdasarkan kapitalisasi pasar global, berdasarkan data CoinMarketCap, ada lima mata uang kripto terpopuler atau memiliki kapitalisasi pasar terbesar dalam dollar AS, yakni bitcoin, ethereum, binance coin, dan Cardano. Masing-masing aset kripto tersebut memiliki karakterisitik yang khas. Simak rinciannya berikut:

Baca Juga  Tidak Terfikirkan Shahrukh Khan Bisa Bertahan 30 Tahun

Bitcoin

Tunda Keputusan Tentang Crypto

Bitcoin adalah mata uang kripto dengan kapitalisasi atau valuasi pasar terbesar di dunia. Saat ini, total valuasi pasar bitcoin mencapai 671,78 miliar dollar AS atau sekitar Rp 9.673,63 triliun (kurs Rp 14.400).

Jumlah tersebut setara dengan sekitar 43,34 persen dari total keseluruhan valuasi pasar aset kripto yang mencapai 1,5 triliun dollar AS. Bitcoin di kembangkan secara anonim pada tahun 2009 dalam sebuah jaringan blockchain. Pada bulan April lalu, harga bitcoin sempat menyentuh harga tertinggi di kisaran 64.000 dollar AS per keping. Namun demikian, kini harga aset kripto tersebut telah merosot hampir separuhnya, menjadi di kisaran 35.000 dollar AS per keping. Salah satu faktor yang membedakan bitcoin dengan uang fiat trandisional yakni jumlahnya yang terbatas, yakni sebanyak 21 juta. Saat ini, jumlah bitcoin yang di perdagangkan di pasar sebanyak 18,73 juta keping.

Ethereum

Sebenarnya, ethereum merupakan sebuah perangkat lunak atau software yang berbasis jaringan blockchain yang bisa di akses bebas atau open source. Aplikasi berbasis jaringan blockchain tersebut memiliki aset kripto yang di sebut dengan ether. Saat ini, ether merupakan mata uang digital dengan kapitalisasi pasar terbesar, yakni sekitar 261,58 miliar dollar AS atau 16,83 persen dari keseluruhan valuasi pasar mata uang kripto. Di lansir dari CNN, Sabtu (19/6/2021), perangkat lunak ethereum di ciptakan untuk memperluas penggunaan blockchain di luar bitcoin dan bisa di gunakan untuk aplikasi yang lebih luas. Berbeda dengan bitcoin yang jumlahnya terbatas, suplai ethereum tak di batasi. Saat ini, ethereum di perdagangkan di kisaran 2.200 dollar AS per keping.

Tether

Aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar ketiga yakni tether. Total valuasi pasar tether saat ini mencapai 62,89 miliar dollar AS dengan dominasi pasar sebesar 4,06 persen. Harga tether di patok dengan dollar AS, maka dari itu kerap di sebut dengan stable coin. Karena di patok dengan dollar AS, maka harga tether cenderung lebih stabil ketimbang mata uang kripto lain yang sangat fluktuatif. Saat pertama kali di bentuk pada 2014, nilai dar setiap token di tetapkan pada 1 dollar AS per keping. Harga tether tertinggi yakni di kisaran 1,32 dollar AS yang di capai pada 2018 lalu.