No Widgets found in the Sidebar
Tumor Payudara
Wanita Di Duga Kena Tumor

Tumor Payudara, Wanita Di duga kena tumor payudara gegara seblak, geger nya seorang wanita bernama Nanda (22) tahun membagikan kisahnya.

yang sering mengkonsumsi makanan ber-MSG, seperti seblak. Kebiasaan ini di sebut membuat Wanita Kena Tumor Payudara. Menanggapi ini, Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia Prof Dr dr Aru Wisaksono Sudoyo, SpPD, K-HOM, mengatakan bahwa MSG atau sering di sebut micin ini tidak menyebabkan tumor maupun kanker. Di kutip dari Healthline, hingga kini tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan monosodium glutamat (MSG) menjadi penyebab kanker atau memicu peningkatan risiko kanker. “MSG tidak menyebabkan kanker,” tegas dr Aru

Tumor Payudara? Apa sih MSG?


MSG adalah garam natrium dari asam amino asam glutamat. Asam glutamat terjadi secara alami dalam tubuh manusia dan dalam sejumlah makanan, termasuk keju, ekstrak kedelai dan tomat. Faktanya, MSG di temukan sebagai penambah cita rasa makanan.

Meskipun peneliti tidak menemukan hubungan pasti antara MSG dengan penyakit tertentu, ada laporan anekdotal tentang MSG yang menyebab kan gejala seperti berikut:

  • Sakit dada
  • Mengantuk
  • Ketegangan atau tekanan wajah
  • Wajah kesemutan atau mati rasa
  • Palpitasi jantung
  • Mual
  • Berkeringat
  • Lemas

Sebelumnya, Nanda mengunggah video curhatan nya di media sosial TikTok. Awalnya, ia sering merasa nyeri yang pada payudara bagian kanan, tetapi masih di abaikan karena hanya sesekali muncul. Tak hanya nyeri, muncul benjolan yang ukurannya lumayan besar pada payudara kanan nanda. Ia merasakannya saat meraba bagian payudaranya itu.

“Sekitar Juni kemarin, itu aku hari terakhir menstruasi dan ngerasain lagi nyeri di bagian payudara kanan. Akhirnya coba buat meraba payudara kanan dan ternyata ada benjolan yang ukuran nya lumayan besar,” sambung nya. Tak hanya itu, gejala lain nya mulai bermunculan.

Nanda sering mengalami nyeri yang hebat saat menstruasi dan merasa kecapekan saat kondisi tubuhnya sedang kurang sehat.

Setelah di periksa, ia Wanita Kena Tumor Payudara jinak pada payudara atau fibroadenoma mammae. Ini adalah jenis tumor jinak non-kanker yang di tandai dengan benjolan kecil di salah satu atau kedua payudara, yang teraba padat dan mudah di gerakkan.

Namun, kondisi nya saat ini sudah membaik. Ia sudah selesai menjalani operasi dan sedang menjalani masa pemulihan.

“Aku sudah di operasi dan alhamdulilah kondisinya sudah lebih baik, tinggal masa pemulihannya saja,” ungkapnya.

1. Tumor Payudara Pahami Apa Itu?

Nah Tumor atau barah adalah sebutan untuk neoplasma atau lesi padat yang terbentuk akibat pertumbuhan sel tubuh yang tidak semestinya, yang mirip dengan simtoma bengkak. Tumor berasal dari kata tumere dalam bahasa latin yang berarti “bengkak”. Pertumbuhannya dapat di golongkan sebagai ganas (malignan) atau jinak (benign).

Tumor ganas di sebut kanker. Kanker memiliki potensi untuk menyerang dan merusak jaringan yang berdekatan dan menciptakan metastasis. Tumor jinak tidak menyerang tissue berdekatan dan tidak menyebarkan benih (metastasis), tetapi dapat tumbuh secara lokal menjadi besar. Mereka biasanya tidak muncul kembali setelah penyingkiran melalui operasi.

Baca Juga  Tips Membuat Rambut Halus Dan Sehat

2. Tumor Payudara Penyebab Hal Itu Terjadi

“Tumor payudara dapat di sebabkan oleh banyak hal, yang sering kali sulit di ketahui secara pasti. Faktor genetik dan gaya hidup bisa meningkatkan risikonya.”

Tumor payudara adalah kondisi yang dapat terjadi pada semua wanita. Ada yang sifatnya jinak (di sebut fibroadenoma), dan ada juga yang ganas (kanker). Lantas, apa sih yang bisa jadi penyebab kondisi ini? Yuk simak!

4. Penyebab Tumor Payudara Non-Kanker


Wanita Kena Tumor Payudara yang jinak atau non-kanker yang biasa di sebut juga fibroadenoma dalam dunia medis. Fibroadenoma adalah benjolan payudara non-kanker yang paling sering terjadi pada wanita berusia antara 15 dan 35 tahun.

Kondisi ini menyebabkan munculnya benjolan yang terasa kencang, halus, kenyal, dan padat. Benjolan ini biasanya tidak menimbulkan rasa nyeri, dan bisa bergerak dengan mudah saat di raba.

Penyebab dari Wanita Kena Tumor Payudara jenis ini tidak di ketahui secara pasti. Namun, di duga ada kaitannya dengan hormon reproduksi wanita. Sebab, tumor ini lebih sering terjadi pada wanita usia produktif.

Tumor juga dapat menjadi lebih besar selama kehamilan atau saat menjalani terapi hormon, dan mungkin menyusut setelah menopause, ketika kadar hormon reproduksi menurun.

5. Tumor Payudara Penyebab Kanker


Berbeda dengan fibroadenoma, tumor payudara yang satu ini bersifat ganas atau kanker. Kondisi ini terjadi ketika sel-sel payudara bermutasi dan tumbuh di luar kendali, sehingga membentuk tumor.

Seperti kanker lainnya, tumor ini juga dapat menyerang dan tumbuh ke dalam jaringan di sekitar payudara. Sel kanker juga dapat menjalar ke bagian lain dari tubuh dan membentuk tumor baru. Hal ini di sebut metastasis.

Lantas, apa penyebab tumor payudara ganas ini? Sayangnya, tidak di ketahui secara pasti juga apa yang menyebabkan kondisi ini. Namun, ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang mengalaminya, yaitu:

  • Usia. Meski bisa terjadi pada siapa saja, orang berusia di atas 55 tahun memiliki risiko yang lebih tinggi.
  • Riwayat keluarga dan genetik. Jika kamu memiliki orangtua, saudara kandung, atau kerabat dekat lainnya yang telah didiagnosis menderita kanker payudara, peluang untuk mengidap kondisi yang sama bisa meningkat. Pada beberapa kasus kanker payudara di sebabkan oleh gen abnormal tunggal yang diturunkan dari orangtua ke anak-anak, dan itu dapat ditemukan dengan tes genetik.
  • Merokok. Penggunaan tembakau telah dikaitkan dengan berbagai jenis kanker, termasuk kanker payudara.
  • Penggunaan alkohol. Kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol dapat meningkatkan risiko beberapa jenis kanker payudara.
  • Obesitas. Memiliki berat badan berlebih dapat meningkatkan risiko kanker payudara.
  • Paparan radiasi. Jika kamu pernah menjalani terapi radiasi sebelumnya, terutama pada kepala, leher, atau dada, kamu lebih mungkin terkena kanker payudara.

Terapi penggantian hormon. Orang yang menggunakan terapi penggantian hormon memiliki risiko lebih tinggi untuk didiagnosis tumor payudara ganas.
Itulah pembahasan mengenai hal-hal yang bisa jadi penyebab tumor payudara, baik yang jinak maupun ganas. Ada banyak faktor lain yang dapat meningkatkan peluang untuk terkena kondisi ini. Termasuk gaya hidup yang kurang sehat.

Meski sulit mencegah tumor ganas yang di sebabkan oleh genetik, kamu tetap dapat berupaya mencegah kondisi ini dengan menerapkan gaya hidup sehat. Untuk meningkatkan kesehatan tubuh.

Tumor Payudara Dan Cara Pencegahannya Kanker Payudara


Tidak hanya dengan memijat payudara saja, pencegahan kanker payudara bisa dilakukan dengan berbagai cara lainnya, seperti berikut ini:

1. Berolahraga minimal 30 menit sehari


Olahraga terbukti bermanfaat untuk kesehatan, maka sangat dianjurkan untuk berolahraga setiap hari minimal 30 menit sehari. Selain bisa membuat tubuh selalu bugar, olahraga juga dapat mengurangi risiko terkena berbagai penyakit kanker, salah satunya dapat mencegah kanker payudara.

Baca Juga  Tim Forensik Yang Autopsi Jenazah Brigadir J

Berkat olahraga, lemak tidak akan menumpuk dalam tubuh sehingga produksi hormon estrogen yang berlebih tidak terjadi. Seperti yang Anda ketahui bahwa sel kanker payudara yang terpapar oleh estrogen maka akan meningkatkan risiko terkena kanker payudara. Untuk itu, cobalah untuk berolahraga minimal 30 menit secara rutin setiap hari.

2. Berhenti merokok


Bagi Anda yang gemar merokok, mulai sekarang hentikan kebiasaan tersebut. Seperti yang selama ini kita ketahui bahwa rokok tidaklah baik untuk kesehatan.

Ada beragam jenis penyakit yang akan mengintai Anda jika masih sering merokok. Jenis penyakit tersebut salah satunya adalah kanker payudara. Sekalipun bagi mereka yang bukan perokok aliat perokok pasif, sebaiknya hindari asap rokok yang sering ditemui di lingkungan publik.

Bagi Anda perokok, cara mencegah kanker payudara yang tepat adalah berhenti menghisap rorok sama sekali dan hindari pula asap rokok.

3. Konsumsi buah dan sayuran secara teratur


Ada banyak nutrisi dan vitamin yang tersimpan di dalam buah dan sayuran, sehingga makanan ini sangat dianjurkan untuk dikonsumsi secara tertaur setiap hari. Buah dan sayuran bisa membuat tubuh tetap sehat dan bugar.

Tidak hanya bermanfaat dalam penurunan berat badan saja, kedua jenis makanan ini juga bisa mencegah kanker payudara. Untuk itu, mulai sekarang perbanyaklah mengonsumsi buah dan sayuran ketimbang mengonsumsi makanan tidak sehat lainnya.

4. Konsumsi prosuk kedelai


Berdasarkan satu penelitian luas selama 25 tahun terakhir, telah mengidentifikasi kedelai sebagai sumber makanan yang sangat menyehatkan, karena kaya akan protein, lemak sehat, vitamin, dan mineral, dan rendah karbohidrat.

Selain dapat mencegah kanker payudara, kedelai juga dikatakan dapat mengurangi kolesterol jahat dan menurunkan risiko penyakit jantung.

Selain kacang kedelai utuh, Anda dapat mengonsumsi kedalai dalam bentuk olahan, seperti tahu, tempe, dan susu kedelai.

5. Asupan serat makanan


Meskipun penelitian serat makanan dan pengaruhnya terhadap kanker payudara saat ini tidak meyakinkan, namun beberapa penelitian menunjukkan bahwa serat makanan dapat membantu mencegah penyakit, salah satunya mencegah kanker payudara. Karena serat membantu sistem pencernaan dan pembuangan limbah secara teratur, serat membantu tubuh membuang racun dan membatasi kerusakan.

Mengonsumsi biji-bijian utuh dan kacang-kacangan juga mengandung antioksidan, yang dapat membantu mencegah banyak penyakit. Makan lebih banyak kacang-kacangan yang kaya serat, seperti lentil, juga dapat mencegah kanker payudara.

Ida Cancer Center & Joseph Friend merekomendasikan 30 hingga 45 gram serat per hari.

6. Hindari alkohol


Berhenti dari kecanduan minum alkohol adalah cara mencegah kanker payudara yang tepat. Penelitian telah mengidentifikasi hubungan antara minum alkohol secara teratur dan peningkatan risiko kanker payudara.

Breastcancer.org melaporkan bahwa alkohol dapat meningkatkan kadar estrogen dan menyebabkan kerusakan sel DNA. Wanita yang minum minuman beralkohol tiga kali per minggu meningkatkan risiko terkena kanker payudara sebesar 15 persen. Risikonya akan naik sekitar 10 persen pada wanita yang minum setiap per hari.

7. Kurangi asupan gula


Para peneliti di University of Texas MD Anderson Cancer Center telah menemukan bahwa ketika tikus makan makanan yang mengandung banyak gula, tikus percobaan ini lebih cenderung berisiko tumor kelenjar susu, mirip dengan kanker payudara pada manusia. Selain itu, tumor ini lebih cenderung menyebar atau bermetastasis.

Meski penelitian masih sebatas pada binatang, tidak ada salahnya melakukan pencegahan kanker payudara dengan mengurangi asupan gula. Tips ini juga dpat mencegah peningkatan gula darah atau penyakit diabetes.

8. Hindari lemak jahat


Studi menunjukkan bahwa tidak semua lemak berdampak buruk bagi kesehatan. lantas bagaimana membedakan lemak jahat dan lemak baik?

Baca Juga  Tips Merawat Kakatua Yang Benar

Lemak baik dapat Anda dapatkan dari beberapa makanan seperti sayuran dan buah-buahan. Kedia janis makanan bermanfaat menurunkan kanker payudara.

Sementara lemak jahat atau juga di sebut lemak trans biasa kita temukan pada makanan yang di goreng, biskuit, donat, dan kue kering. Seperti namanya, lemak jahat ini telah di kaitkan dengan peningkatan risiko kanker payudara dan harus anda hindari.

9. Mengetahui riwayat orang tua


Wanita yang memiliki keluarga dengan riwayat kanker payudara dapat mengambil langkah-langkah khusus untuk mencegah kanker payudara, jadi penting bagi Anda untuk mengetahui riwayat keluarga.

Anda mungkin berisiko tinggi terkena kanker payudara jika memiliki ibu atau saudara perempuan yang menderita kanker payudara atau ovarium (terutama pada usia dini) atau jika Anda memiliki banyak anggota keluarga (termasuk laki-laki) yang mengembangkan kanker payudara, ovarium atau prostat.

Anda bisa mencari bantuan dokter atau konselor genetik untuk membantu Anda memahami riwayat penyakit keluarga Anda.

10. Hindari makan daging merah


Meskipun penelitian masih berlangsung, beberapa penelitian telah menemukan hubungan antara daging merah dan kemungkinan kanker payudara yang lebih besar, terutama jika dagingnya di masak well done atau daging yang relatif kering.

Selain itu, daging olahan dan daging beku cenderung tinggi lemak, garam, dan pengawet.

11. Mengonsumsi obat-obatan


Wanita yang memiliki risiko lebih tinggi kanker payudara dapat mempertimbangkan untuk mengonsumsi obat-obatan tertentu untuk membantu mencegah kanker payudara.

Pencegahan ini juga bisa di sebut “chemoprevention.” Untuk kanker payudara, ini adalah penggunaan obat penghambat hormon untuk mengurangi risiko kanker. Obat-obatan seperti tamoxifen (Soltamox) dan raloxifene (Evista), di setujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA) untuk menurunkan risiko kanker payudara. Obat-obatan ini di sebut modulator reseptor estrogen selektif (SERM) dan bukan kemoterapi. SERM adalah obat yang menghentikan reseptor estrogen di beberapa jaringan dan bukan yang lain.

Baik wanita yang telah melewati masa menopause dan mereka yang belum pernah menggunakan tamoxifen. Raloxifene hanya di setujui untuk wanita yang telah mengalami menopause. Setiap obat juga memiliki efek samping yang berbeda. Konsultasi terlebih dengan dokter tentang apakah Anda mendapat manfaat dari obat-obatan tersebut.

Aromatase inhibitor (AIs) juga telah terbukti mencegah kanker payudara. AIs adalah jenis perawatan menghalangi hormon yang mengurangi jumlah estrogen dalam tubuh wanita dengan menghentikan jaringan dan organ selain ovarium dari produksi estrogen.

Obat tersebut hanya dapat di gunakan oleh wanita yang telah mengalami menopause. Namun, tidak ada AIs yang telah di setujui oleh FDA untuk menurunkan risiko kanker payudara pada wanita yang tidak memiliki penyakit ini.

Sementara obat lainnya yang sedang di pertimbangkan untuk pencegahan kanker payudara termasuk statin, yang menurunkan kolesterol, dan metformin (beberapa nama merek), obat yang biasa digunakan untuk diabetes.

12. Pembedahan


Cara mencegah Wanita Kena Tumor Payudara selanjutnya adalah tindakan pembedahan atau operasi. Untuk wanita dengan mutasi genetik BRCA1 atau BRCA2, yang secara substansial meningkatkan risiko kanker payudara, pengangkatan payudara secara preventif dapat di pertimbangkan. Prosedur ini di sebut mastektomi profilaksis, yang kemungkinan mengurangi risiko kanker payudara hingga 95%.

Wanita dengan mutasi ini juga harus mempertimbangkan untuk melakukan pengangkatan ovarium dan tuba falopi, yang disebut profilaksis salpingo-ooforektomi.

Prosedur tersebut dapat mengurangi risiko mengembangkan kanker ovarium, serta kanker payudara, dengan menghentikan ovarium yang memproduksi estrogen.

Konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter tentang kemungkinan efek samping fisik dan emosional ketika mempertimbangkan melakukan prosedur pembedahan.