No Widgets found in the Sidebar
Tragedi Kanjuruhan

Terbaru Pasca Tragedi Kanjuruhan, Pemerintah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) untuk mengusut tuntas tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang yang menewaskan 125 orang.
Berikut sejumlah fakta paling baru terkait pengusutan insiden tragedi kanjuruhan kemanusiaan fakta di lapangan sepak bola terburuk ke dua di dunia

Pemerintah Bentuk TGIPF Pasca Tragedi Kanjuruhan

Pemerintah membentuk Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) Tragedi Kanjuruhan sebagaimana persetujuan dari Presiden Jokowi.

Tragedi Kanjuruhan ini di ketuai oleh Menko Polhukam Mahfud Md.

Sementara itu, ada Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainuddin Amali yang duduk sebagai wakil ketua, serta ada mantan Jampidum Nur Rochmad sebagai sekretaris

Berikut daftar lengkap TGIPF Tragedi Kanjuruhan:

Ketua: Menko Polhukam, Mahfud Md
Wakil Ketua: Menpora, Zainuddin Amali
Sekretaris: Mantan Jampidum, Nur Rochmad

Anggota TGIPF Tragedi Kanjuruhan:

Prof Rhenald Kasali (Akademisi UI)
Prof Sumaryanto (Rektor UNY)
Akmal Marhali (Pengamat Olahraga)
Anton Sanjoyo (Jurnalis Olahraga)
Nugroho Setiawan (Mantan Pengurus PSSI bersama dengan lisensi FIFA)
Letjen TNI (Purn) Doni Monardo (Mantan Kepala BNPB)
Mayjen TNI (Purn) Suwarno (Wakil Ketum I KONI)
Irjen Pol (Purn) Sri Handayani (Mantan Wakapolda Kalimantan Barat)
Laode M Syarif (Mantan pimpinan KPK)
Kurniawan Dwi Yulianto (Mantan pemain sepakbola Tim Nasional/APPI)

Hasil investigasi dari TGIPF akan di sampaikan kepada Presiden Joko Widodo. Tim ini terhitung akan mengimbuhkan rekomendasi kepada Polri untuk menindak pihak yang di duga terlibat tragedi.

Baca Juga  Tumor Payudara, Wanita Di Duga Kena Tumor

18 Anggota Polisi Di Periksa Propam dan Itsus

Menurut hasil investigasi tragedi kanjuruhan paling baru oleh Tim Investigasi Polri, ada 18 bagian polisi operator senjata pelontar gas air mata tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan yang di periksa.

Pemeriksaan di laksanakan oleh tim dari Itsus dan Propam. Tim dari pemeriksa Bareksrim untuk secara internal dari Itsus dan Propam melakukan kontrol bagian yang terlibat langsung di dalam pengamanan,

” kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di Polres Malang. Delapan belas orang bagian yang bertanggung jawab atau operator senjata pelontar di dalami Itsus dan Propam,” tuturnya.

Dedy menyatakan tim Itsus dan Propam terhitung akan mendalami terkait kasus manajer pengamanan. Yang akan di periksa bagian dari tingkat perwira (pertama) hingga pamen.

Panglima TNI Usut Oknum TNI Tendang Suporter

Viral aksi seorang prajurit TNI menendang suporter di Stadion tragedi kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa angkat bicara, meyakinkan hal selanjutnya bukan merupakan tindakan menjaga diri.

“Oh iya (bukan SOP). Yang terlihat viral kemarin itu bukan di dalam rangka menjaga diri atau misalnya, bukan,” kata Andika di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat.

Andika menyebut, tindakan yang di laksanakan oleh prajuritnya yakni bentuk tindak pidana yang menyadari tidak boleh di laksanakan oleh prajurit TNI, Itu terhitung bagi saya masuk ke tindak pidana.

Karena orang lagi, mungkin terhitung tidak berhadapan bersama dengan prajurit tapi di serang. Karena sebenarnya tidak boleh berjalan lagi dan bukan tugas mereka untuk melakukan yang terlihat di video itu,” ujarnya.

Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat Di copot

Kapolri Jendereal Listyo Sigit Prabowo mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat. Pencopotan jabatan Kapolres Malang buntut tragedi Kanjuruhan.

Baca Juga  Viral Batu Menggelinding di Kali Gendol

“Menonaktifkan sekaligus mengganti Kapolres Malang,” kata Kadiv Humas Irjen Dedi Prasetyo.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud Md meminta Polri mengumumkan tindakan penertiban dan penegakan hukum terkait tragedi di Stadion Kanjuruhan Malang. Dia meminta Polri menegakkan disiplin kepada pejabat Polri terkait tragedi yang berjalan tersebut.

“Penegakan di siplin kepada pejabat struktural Polri di area terjadinya peristiwa,” kata Mahfud di dalam jumpa pers daring di kanal YouTube Kemenko Polhukam RI.

9 Perwira Brimob Polda Jatim Di copot

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah mencopot Kapolres Malang AKBP Ferli Hidayat imbas tragedi di Stadion tragedi kanjuruhan, Malang, Jawa Timur (Jatim). Selain Kapolres, sejumlah perwira Satuan Brimob Polda Jatim di copot.

“Melakukan penonaktifan jabatan Danyon (komandan batalyon), Dankie (komandan kompi), dan Danton (komandan pleton) Brimob sebanyak 9 orang,”

kata Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo di dalam konferensi pers di Polres Malang, Jawa Timur.

Dedi menyebut Propam masih melakukan kontrol internal hingga malam ini. “Semuanya masih di dalam proses kontrol oleh tim malam hari ini,” imbuh dia.

Polri Periksa 29 Orang-Dalami 6 CCTV Terkait Pasca Tragedi Kanjuruhan

5 Fakta Terbaru Pasca Tragedi Kanjuruhan, Tim kombinasi khusus Polri memeriksa 29 saksi terkait di Stadion tragedi kanjuruhan, Malang, Jawa Timur. Ada 6 CCTV yang terhitung akan di periksa oleh penyidik di stadion.
“Tim penyidik dari Bareskrim dan Polda Jawa Timur masih terus maraton bekerja, sementara ini sudah memeriksa para saksi sebanyak 29 orang.

” kata Kepala Di visi Humas (Kadivhumas) Polri, Irjen Dedi Prasetyo, di dalam jumpa pers di Mabes Polri.

Dedi menjelaskan, dari 29 orang yang di periksa ada 23 di antaranya yang yang bertugas langsung sementara kerusuhan suporter berjalan di Stadion Kanjuruhan terhadap 1 Oktober lalu.

Baca Juga  Perjuangan panjang pilot transgender

Lalu ada 9 bagian di antaranya sudah di nonaktifkan terkait pelanggaran kode etik di dalam pelaksanaan tugas pengamanan. Selain itu, Dedi menuturkan ada 6 saksi merupakan panitia penyelenggara pertandingan Arema FC vs Persebaya itu terhitung akan di periksa. Pemeriksaan panpel akan di periksa lagi terhadap Rabu (5/10) besok.

“Saksi di periksa 29 orang, 23 bagian Polri yang bertugas di Kanjuruhan dan 6 orang saksi,” bebernya.

Dedi menekankan, kontrol ini untuk mengumpulkan bahan info dan alat bukti atas Tragedi Kanjuruhan. Tujuannya agar Polri mampu langsung menentukan tersangka kalau alat bukti sudah cukup.

“Tim ini sudah tingkatkan standing dari penyelidikan menjadi penyidikan, masih mengumpulkan beberapa alat bukti,” sebut Dedi.

Penyidik Cek CCTV di Gerbang Stadion Pasca Tragedi Kanjuruhan


Selain kontrol bagian Polri dan saksi panpel pertandingan, penyidik terhitung masih mendalami 6 titik CCTV. Lokasi CCTV selanjutnya berada di tiap pintu gerbang stadion.

“Untuk labfor, hari ini masih mendalami 6 titik CCTV, lebih-lebih di pintu 3, 9, 10, 11, pintu 12, dan pintu 13,” imbuh Dedi.

“Kenapa di 6 titik CCTV ini yang di dalami oleh labfor? Karena dari hasil analisa sementara, di sinilah titik jatuhnya korban cukup banyak,” sambungnya.

Dia terhitung meluruskan kabar bahwa pintu di stadion tertutup, Dedi menyatakan berjalan penumpukan di pintu-pintu selanjutnya karena para pirsawan beramai-ramai terlihat stadion.

“Tidak di tutup, (tapi) kecil. Karena kapasitas pintu di kelas ekonomi itu kapasitasnya cuma 2 orang. Pintu yang tertutup itu kan pintu yang besar,” ujarnya.

“(Tapi) Ini kapasitasnya cuma 2 orang. Saat berjalan kepanikan, berbondong-bondong ke situ, memicu banyaknya jatuh korban di titik-titik tersebut,” pungkas Dedi.