Dapat Ancaman Nyawa Effendi Simbolon

Dapat Ancaman Nyawa Effendi Simbolon
Dapat Ancaman Nyawa Effendi Simbolon

Dapat Ancaman Nyawa Effendi Simbolon, Anggota Komisi I DPR Fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Effendi Simbolon mengaku mendapat intimidasi

terkait pernyataan nya yang menyebut TNI seperti gerombolan dalam rapat kerja bersama Jenderal TNI Andika Perkasa beberapa waktu lalu.

Effendi mengatakan diri nya mendapat intimidasi (Dapat Ancaman Nyawa Effendi Simbolon) setelah potongan pernyataan nya itu viral di media sosial.

Effendi mula nya mengklarifikasi diri nya tak ada maksud untuk menstigmakan institusi TNI dalam pernyataan itu.

Sekaligus saya ingin meng-clear-kan tidak pernah saya menstigmakan, bahwa di ksi itu ada kata gerombolan, ada kata ormas, iya, tapi tidak dalam kaitan men-judge, menstigmakan TNI nya yang gerombolan,” kata Effendi seusai sidang putusan aduan terhadap diri nya di Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR, Kompleks Parlemen, Senayan.

“Stressing-nya adalah bahwa kalau tidak ada kepatuhan, pada kepatuhan itulah kehormatan bagi prajurit, maka itulah seperti gerombolan, begitu.

Dapat Ancaman Nyawa Effendi Simbolon, Sudah Tidak Zaman Mengintimidasi

Nah ini kemudian menjadi viral begitu dan saya sayangkan ada nya proses-proses lanjutan yang mengintimidasi begitu, saya kira enggak zaman nya lagi lah ya,” lanjut nya.

Dapat Ancaman Nyawa Effendi Simbolon menduga ada pihak yang menyebar informasi privasi nya seperti nomor telepon dan alamat rumah. “Mungkin teman-teman lihat sendiri viral-viral alamat rumah saya di kasih, kemudian handphone saya 24 jam nggak berhenti-henti berdering,” ujar nya.

Effendi bercerita intimidasi yang dia dapat sampai pada ancaman nyawa. Menurut nya, intimidasi itu juga di rasakan oleh keluarga. “Iya, iya (dapat intimidasi). Ancaman nyawa. Semua (keluarga juga),” kata nya.

Terkait rencana pemanggilan MKD DPR terhadap KSAD Jenderal Dudung Abdurachman, Effendi tak ambil pusing.

Effendi menegaskan pernyataan yang dia sampaikan terkait isu adanya di sharmoni antara Jenderal Andika dan Jenderal Dudung sekadar penyampaian kritik dalam rapat di Komisi I DPR.

“Sekali lagi, saya tidak ada kaitan nya, hubungannya masalah saya dengan orang yang saya tanyakan, baik Pak Jenderal Andika maupun ke Pak Jenderal Dudung.

Dapat Ancaman Nyawa Effendi Simbolon, Effendi Simbolon Ingin Menanyakan Sesuatu Pak Jenderal Andika maupun ke Pak Jenderal Dudung

Justru kepada keduanya saya menanyakan, ‘Kenapa kalian di sharmoni?’ begitu. Kenapa saya yang di sasar, kalau antara dia dengan saya aja apa pengaruh nya ke TNI, wong saya ini nothing, kok,” katanya. Justru saya mau tanya ke mereka berdua (Dudung dan Andika) seyogia nya ada Pak Menhan di situ, ‘Pak, ini pertanyaan nya sama, ke Bapak dan ke Pak Andika’, ini satu ini, kan ada banyak catatan nya di kita.

Baca Juga  Cara Download Lagu MP3 Di Browser Tanpa Aplikasi

Tapi karena beliau enggak hadir (dalam rapat), ya enggak bisa dong pertanyaan itu di sampaikan. Baru kemudian kita melihat dari kejadian-kejadian di lapangan gitu, kok adanya ya ketidak di siplinan, itu apa sih, apa karena faktor di sharmoni nya ada antar kalian, kan gitu,” lanjutnya.

Effendi Simbolon kemudian menyinggung ada nya mobilisasi atau perintah dari TNI untuk merespons terkait pernyataan nya.

Dia mempertanyakan soal mobilisasi itu. Untuk di ketahui, Effendi Simbolon mendapat protes dari kalangan TNI di sejumlah daerah setelah menyebut TNI seperti ‘gerombolan’ dan mengungkap persoalan pribadi antara Jenderal Andika Perkasa dan Jenderal Dudung Abdurrachman.

Hal itu di sampaikan oleh Effendi dalam rapat Komisi I DPR bersama Panglima TNI Andika. Kecaman sejumlah TNI itu di duga atas arahan Dudung sendiri. Dalam video yang beredar, ia mendorong para prajurit TNI untuk memprotes sikap Effendi.

Dapat Ancaman Nyawa Effendi Simbolon Dan Pernyataan Lengkap Dudung Maafkan Effendi dan Redam Protes Prajurit

KSAD Jenderal Dudung Abdurachman meminta agar polemik dirinya dengan Anggota Komisi I DPR RI Effendi Simbolon tak dibesar-besarkan. Dudung juga menjelaskan tentang resiko yang dihadapi oleh TNI AD.
“Kita sudah terbiasa menghadapi tantangan-tantangan yang sulit sekalipun nyawa, kalau hanya berita-berita seperti itu kecil bagi kami menghadapinya. Hadis Nabi mengatakan, Nabi Muhammad mengatakan orang-orang yang tidak berani mengambil risiko adalah orang-orang yang merugi,” kata Dudung di Mabes AD, Jakarta Pusat.

Dia mengatakan prajurit TNI AD sudah terbiasa menghadapi risiko. Dia juga mengatakan polemik antara dirinya dan Effendi adalah hal biasa dan tak usah dibesar-besarkan.

“TNI AD di lapangan sudah terbiasa menghadapi risiko, kalau menghadapi begini biasa-biasa saja, tidak usah dibesar-besarkan,” ucapnya.

Polemik antara Effendi Simbolon dan Dudung ini berawal usai Effendi bicara tentang TNI seperti gerombolan ormas dalam rapat Komisi I DPR bersama Panglima TNI. Prajurit TNI AD kemudian ramai-ramai memprotes Effendi atas ucapan itu. Protes tersebut belakangan diketahui disampaikan atas perintah Dudung.

Effendi pun telah meminta maaf. Dia juga menjelaskan maksud ucapannya. Permintaan maaf Effendi Simbolon itu telah diterima oleh Dudung. Dudung juga meminta anak buahnya menyetop protes ke Effendi Simbolon.

Baca Juga  Seoul Banjir Parah

Berikut ini pernyataan lengkap Jenderal Dudung soal permintaan maaf Effendi Simbolon:

Assalamualaikum wr wb. Selamat siang, salam sejahtera, Shalom Om Swastiastu namo buddhaya, salam kebajikan.

Rekan-rekan media yang saya hormati perlu kiranya hari ini saya menyampaikan press conference setelah Pak Effendi Simbolon menyampaikan permohonan maaf. Sebetulnya kemarin pada saat saya di Pekanbaru saya sudah menyampaikan, artinya bahwa permohonan maaf dari Pak Effendi Simbolon bagi kami jajaran TNI Angkatan Darat tentunya memaafkan. Toh Tuhan maha pemaaf, masa manusia tidak memaafkan, kami juga memaafkan, manusia tidak terlepas dari kekhilafan, kesalahan ya itulah pada dasarnya manusia tidak sempurna.

Namun tentunya ini menjadi pelajaran bagi kita semua untuk tidak mudah menyampaikan pendapat atau pun perkataan yang tidak didasari dengan data dan fakta yang akurat sehingga berakibat kepada tidak baik kepada TNI.

Pengorbanan Besar Seorang TNI

Saya menyadari bahwa perasaan prajurit di lapangan memang selama ini kita tahu mereka setiap saat berkeringat yang melaksanakan tugas-tugas operasi di Papua, di Poso, di perbatasan NTT Kalimantan. Tiap hari dia berkeringat dan taruhannya adalah nyawa, walaupun mereka tinggalkan anak istrinya. Ini harus di sadari karena saya tahu persis kondisi saat ini dengan segala macam keterbatasan yang ada di prajurit.

Kemudian Saya cek beberapa satuan dan beberapa gugus operasi termasuk di daerah operasi yang kekurangan masalah, masalah materiil, termasuk kesulitan-kesulitan di daerah operasi. Dan Saya cek dan saya tahu persis bagaimana kondisi mereka.

Saya lama di Timor Timur, saya berpengalaman masalah operasi sehingga saya tahu persis. Nah hal inilah yang kemudian mengakibatkan mereka mendengar berita seperti kemarin wajar-wajar saja kalau seorang prajurit menyampaikan ungkapan penyesalan, keprihatinan, tapi yakin bahwa saat ini tugas-tugas TNI Angkatan Darat sesuai dengan perintah Presiden Republik Indonesia kepada saya, menitipkan dua hal. Pak Dudung sebagai kepala staf angkatan darat yang pertama bantu pemerintah daerah, pasca COVID-19 banyak terdampak masalah ekonomi, kena PHK dan lain sebagainya.

Oleh karenanya tingkatkan ketahanan pangan, lahan-lahan tidur yang ada di wilayah TNI Angkatan Darat yang punya TNI Angkatan Darat bisa dimanfaatkan dan hasilnya untuk masyarakat.

Memiliki Bebeberapa Progam Di Wilayah NTT

Kemudian di beberapa daerah kita melakukan program air bersih atau lebih terkenal lagi manunggal air. Di beberapa daerah sudah hampir 700 titik khususnya di wilayah NTT sampai ada Gubernur menyampaikan di Nusa Tenggara Timur Selatan menyampaikan selama dunia ini ada, belum pernah ada air sampai ke atas. Yang selama ini panen hanya satu tahun satu kali itu pun di pekarangan sekarang sudah ratusan hektar air bisa mengalir dan tiga kali panen dalam sekali, tentu hasilnya untuk rakyat.

Baca Juga  Terbaru Pasca Tragedi Kanjuruhan Di Malang

Begitu juga program stunting, saya sebagai bapak sub stunting yang saya sampaikan kepada Pangdam Danrem sampai Danramil untuk menjadi orang tua asuh stunting dan memonitor bagaimana di lapangan mereka mengecek. Apakah jatah yang di sampaikan kepada anak-anak stunting ini sampai atau tidak bahkan kita memberikan tambahan-tambahan dengan upaya-upaya.

Nama-Nama Program Yang Sedang Di selennggarakan

Program ketahanan pangan, program air bersih atau manunggal air, program food estate untuk membantu pemerintah di Angkatan Darat tidak ada anggarannya. Tetapi TNI angkatan darat berbagai macam upaya berbagai macam ya lakukan untuk kesejahteraan rakyat, membantu pemerintah untuk mengantisipasi ketahanan. Ini sering di sampaikan oleh Presiden Republik Indonesia dan kita tegak lurus beliau sebagai panglima tertinggi di republik ini. Inilah prajurit-prajurit kita di lapangan sekilas Anda bisa lihat videonya begitu mengharukan masyarakat-masyarakat keterlibatan mereka dan saya sampaikan TNI Angkatan Darat Harus hadir di tengah-tengah kesulitan rakyat apapun kesulitannya dan harus menjadi solusi.

Kemudian pada kesempatan ini juga saya sampaikan bahwa TNI Angkatan Darat sekarang solid, Pada umumnya TNI tidak ada hal-hal yang memprihatinkan.

Klarifikasi Tentang Isu Yang Beredar

Saya baru pulang dari Pekanbaru ya, ada isu kalau saya dengan Panglima TNI ada perbedaan pendapat dan sebagainya itu biasa. Zaman Pak Hadi dengan Pak Andika, zaman Pak Hadi dengan Pak Gatot, Pak Mulyono dengan Pak Gatot itu biasa. Tetapi pada umumnya saya kemarin melaksanakan tugas-tugas itu juga perintah-perintah dari Panglima TNI karena kita menyiapkan pasukan, mendidik pasukan, melatih pasukan, setelah itu di gunakan oleh Panglima TNI di Papua.

Jadi tidak benar kalau ada ada hal-hal terjadi gesekan dan sebagainya. Itu saja mungkin yang perlu saya sampaikan kepada rekan-rekan media dan kami mohon dukungannya. Tentunya saya sampaikan tadi bahwa permintaan maaf Pak Effendi dengan lapang dada saya menyatakan dapat menerimanya dan saya sampaikan kepada seluruh jajaran agar menghentikan kegiatan-kegiatan menyampaikan secara perorangan dan sebagainya itu cukup. Beliau sudah minta maaf. Kita harus lebih dewasa, kita harus lebih legowo ya. Kita sudah terbiasa menghadapi tantangan-tantangan yang sulit sekalipun nyawa. Kalau hanya berita-berita seperti itu kecil bagi kami untuk menghadapinya.

Hadis Nabi mengatakan Nabi Muhammad SAW mengatakan orang yang tidak berani mengambil risiko adalah orang-orang yang merugi.

TNI Angkatan Darat di lapangan sudah terbiasa menghadapi risiko-risiko itu. Jadi kalau menghadapi yang begini-begini biasa-biasa saja nggak usah dibesar-besarkan. Terima kasih. Assalamualaikum wr wb.