No Widgets found in the Sidebar
Cara Merawat Anak Kucing

Cara Merawat Anak Kucing, Seperti memelihara kucing yang terpisah dari induknya.Lalu, Bagaimana Cara Merawat Anak Kucing Tanpa Induk?
Yuk, simak beberapa cara berikut ini agar anak kucing bisa tumbuh besar dan sehat

Siapkan Tempat Yang Nyaman Untuk Kucing

Tempat Yang Nyaman

Jika ingin membawa anak kucing yang lahir tanpa induk, kamu harus siap untuk merawatnya.

Salah satunya adalah dengan memberikan kenyamanan dan keamanan bagi mereka. Misalnya, dengan memberikan tempat tidur yang nyaman dan memberikan lampu sebagai penghangat,

Selalu Temani Anak Kucing

Biasanya, induk kucing akan melahirkan beberapa ekor anak kucing yang menggemaskan. Sayangnya, tidak semua orang bisa memeliharanya sekaligus.

Namun, jika kamu memutuskan untuk memeliharanya semua, pastikan mereka berada pada satu tempat. Tujuannya adalah agar mereka tetap merasa hangat dan nyaman, meskipun tanpa kehadiran induknya.

Memberikan Susu Yang Tepat Pada Anak Kucing

Memberikan Susu

Secara umum, anak kucing biasanya membutuhkan susu induknya. Namun, bila kamu memelihara tanpa induknya, kamu bisa menggunakan susu pengganti yang tepat.

Hindari memberikan susu sapi atau cairan yang mengandung gula karena jenis kalsium yang mengandung laktosa tidak cocok untuk anak kucing. Kamu bisa memberikan susu dengan formula khusus yang biasanya bisa di peroleh pada toko hewan terpercaya

Membantu kucing untuk bersendawa

Seperti bayi, anak hewan juga dapat merasa kembung jika ada gas yang menumpuk setelah di berikan susu. Cobalah untuk menepuk punggungnya beberapa kali secara perlahan supaya gas di dalam tubuhnya bisa keluar secara maksimal.

Membuat jadwal pemberian susu

Cara merawat anak kucing tanpa induk tidak bisa sembarangan karena harus ada jadwal memberikan susu secara teratur, termasuk kapan memberikan susu formula yang tepat serta takarannya.

Baca Juga  6 Cara Merawat Wajah Agar Kelihatan Tetap Fresh

Berikut panduan lengkap pemberian susu pada anak kucing yang tepat.Saat berusia 0-1 minggu dengan berat 50-150 gram, maka cukup berikan 2-6 ml susu formula setiap 2 jam.

  • Anak kucing yang berusia 1-2 minggu dengan berat sekitar 150-250 gram, maka bisa memberikan 6-10 ml susu setiap 2-3 jam.
  • Untuk anak kucing 2-3 minggu dengan berat mencapai 250-350 gram, maka berikan 10-14 ml susu formula setiap 3-4 jam
  • Bagi anak kucing berusia 3-4 minggu dengan berat 350-450 gram, kamu bisa memberikan 14-18 ml susu formula setiap 4-5 jam.
  • Saat berusia 4-5 minggu dengan beratnya 450-550 gram, kamu bisa memberikan 18-22 ml susu formula anak kucing setiap 5-6 jam.
  • Untuk anak kucing berusia 5-8 minggu yang memiliki berat mencapai 550-850 gram, kamu bisa memberikan makanan padat basah khusus setiap 6 jam.

Membantu untuk buang air besar

Meski menjijikan, tetapi kamu harus bisa membantu saat anak kucing buang air besar. Caranya dengan melakukan pijatan pada perut, lalu membersihkannya memakai tisu kering dan basah.

Kamu juga bisa menggunakkan toilet khusus kucing,

Melakukan grooming secara rutin

Biasanya, anak kucing yang memiliki induk akan bersih dengan cara di jilati oleh induknya. Namun, karena tidak mempunyai induk, maka kamu harus berperan sebagai ibu mereka.

Salah satu caranya adalah melakukan grooming dengan menggunakan sisir, lap atau kain. Hindari untuk memandikan kucing saat masih bayi karena akan berdampak buruk bagi kesehatan mereka

Menjauhkan dari kucing dewasa

Kucing dewasa biasanya suka penasaran terhadap sesuatu. Untuk itu, kamu harus menghindarinya dari anak-anak kucing yang baru lahir. Memang tidak berbahaya, tetapi pisahkan terlebih dahulu sampai mereka mencapai usia yang cukup.

  1. Menyediakan litter box

Ketika anak kucing sudah bisa berjalan, cobalah untuk memperkenalkan tempat buang air atau litter box. Nantinya, anak kucing akan terbiasa untuk menggunakannya dalam keseharian.

Tidak perlu bingung mengajarkannya karena cukup letakan litter box pada area terdekat, maka secara insting mereka akan belajar sesuai dengan tingkat kemampuanny

Baca Juga  12 Cara Menghentikan Pendarahan

Memberikan vaksin kepada anak kucing

Memberikan vaksin

Cara merawat anak kucing tanpa induk lainnya adalah dengan memberikan vaksin. Karena dapat mencegah resiko penyakit atau virus yang mungkin menyerang kapan saja.

Biasanya, kamu bisa memberikan mereka vaksin ketika sudah berusia 6-8 minggu hingga usia mereka sekitar 16 minggu. Kemudian, dalam jarak waktu setahun mereka harus mendapatkan vaksin penguat.

Vaksinasi sendiri biasanya di lakukan beberapa kali dengan jarak waktu 3-4 minggu. Namun, sebelum memberikan vasksin, pastikan kamu memeriksakan fisiknya terlebih dahulu dan melakukan tes infeksi “retrovirus” Feline Leukemia virus (FeLV) dan Feline AIDS (FIV).Jenis vaksin yang bisa kamu berikan juga sangat beragam. Menurut American Association of Feline Practitioners (AAFP), ada vaksin wajib untuk semua anak kucing, seperti berikut ini.

  • Feline panleukopenia virus (FPV)
  • Herpesvirus-1 (FHV-1)
  • Calicivirus (FCV) atau Rabies
  • Feline Rhinotracheitis
  • Feline Leukemia Virus (FeLV)
    Dengan memberikan vaksin, maka imun anak kucing akan menjadi kuat,dan memberikan efek yang baik.Namun, ada kasus kegagalan imunisasi, infeksi, menggunakan obat yang dapat menurunkan imun tubuh, hingga tumorigenesis, ketika sel normal mengalami transformasi menjadi sel kanker.

Bila ini terjadi, anak kucing dapat mengalami gejala, seperti di bawah ini.Letih lesu

  • Demam
  • Anoreksia
  • Lymphadenomegaly regional
  • Radang otak
  • Radang sendi
  • Polineuritis
  • Perubahan perilaku
  • Kejang
  • Alergi
  • Perubahan warna pada lokasi bekas suntikan
    Jadi, kamu bisa segera membawanya ke dokter hewan untuk mendapatkan perawatan

Rutin memeriksa kesehatan anak kucing ke dokter hewan

Ketika anak kucing mulai terlihat sakit dan lesu, segeralah membawanya ke dokter hewan. Bisa jadi, mereka mengalami suatu penyakit.Membawa kucing ke dokter hewan juga bisa mencegahnya dari berbagai risiko penyakit dan mengetahui lebih awal kondisi kucing tersebut,

Mengajaknya bergerak lebih aktif

Tidak baik jika hewan peliharaan hanya berdiam diri untuk kesehatan dan pertumbuhan. Dalam hal ini, setiap hewan memerlukan gerak tubuh, seperti melompat, berlari, mengejar, menangkap yang juga membantu pemilik dan kucing memiliki hubungan yang lebih dekat.

Mengajarkan hal positif

Pastikan kamu juga mengajarkan banyak hal positif agar kucing bisa tumbuh lebih baik. Misalnya, tidak membuang kotoran sembarangan dan ajarkan cara bersikap ketika bertemu hewan lain.

Baca Juga  Obat Alami Batuk Kering Alami yang Ampuh Dan Sudah Terbukti!

Hindari menggunakan kekerasan agar tidak menimbulkan trauma mendalam pada mereka.

Check Up Secara Rutin Pada Anak Kucing

Check Up Secara Rutin

Banyak yang beranggapan kucing hanya perlu di bawa ke dokter saat vaksin dan ketika mereka sakit. Padahal, check up rutin juga di perlukan untuk mengetahui penyakit, kadar gula tinggi, atau berat badan berlebih yang mungkin terjadi.Selain itu, dengan check up rutin, kamu bisa mengetahui hal-hal di bawah ini.

  • Apakah berat badan kucing sudah ideal atau berlebih? Jangan lupa memeriksa timbunan lemak pada pinggul, pangkal paha, atau bawah perut.
  • Perhatikan apakah di balik bulu yang cantik ada penyakit tersembunyi, seperti kulit berkerak, terluka atau mengelupas.
  • Periksa bagian bokong, ekor, dan perut. Cek kembali apakah ada kutu-kutu yang menempel. Segera hubungi dokter atau berikan obat yang tepat untuk – -menanganinya.
  • Waspada infeksi mata pada kucing. Mata kucing yang normal akan tidak berair, berwarna merah muda, dan akan merespon dengan cepat.
  • Untuk mengetahui kesehatan telinga anak kucing bisa di lihat dari matanya. Biasanya, mata kucing akan berwarna merah muda dan tidak berbau.
  • Jika terdapat warna cokat dan kuning pada gigi maupun gusi anak kucing, maka tanda ada plak yang menumpuk.

Membersihkan secara rutin

Salah satu tanggung jawab memelihara kucing adalah harus membersihkan kotoran. Pastikan untuk membersihkan kotoran secara rutin agar kucing tidak terkena masalah penyakit yang mungkin saja terjadi.

Hindari membiarkan kotoran berada pada tempat tidur kucing terlalu lama karena bisa menjadi sarang bakteri dan kuman.

Mengajarkan Kepatuhan

Kamu juga perlu mengajarkan kepatuhan pada anak kucing. Misalnya, mulai dari makan pada wadah hingga buang air pada litter box tanpa perintah.

Ajarkan juga anak kucing agar tidak merusak benda-benda di sekitarnya. Untuk mengatasinya, miliki cat scratcher yang menjadi media untuk menggaruk kuku.

Memperkenalkan Makanan Baru Pada Anak Kucing

Memperkenalkan Makanan Baru Pada Anak Kucing

Saat anak kucing mulai bisa berjalan, mereka bisa di beri makan secara mandiri dengan cara memberi susu pada wadah. Selain itu, kamu juga bisa memberikan beberapa jenis makanan baru dalam bentuk cair maupun padat.