No Widgets found in the Sidebar
Cara Mengetahui PC Terinfeksi
Cara Mengetahui PC Terinfeksi

Cara Mengetahui PC Terinfeksi, Pc atau laptop merupakan salah satu barang penting yang digunakan orang, baik muda maupun tua. Dari anak sekolahan hingga para pekerja, keberadaan laptop begitu menunjang keseharian mereka. Menggunakan laptop memang sangat mempermudah banyak pekerjaan, selain itu laptop juga memberikan hiburan tersendiri bagi penggunanya.

Menggunakan laptop dianjurkan untuk berhati-hati. Pasalnya dengan berbagai kasus, peretas (hacker) kerap memanfaatkan ketidaktahuan atau keteledoran pengguna untuk mencuri data lewat PC atau laptop.

Tanpa disadari terkadang iklan atau situs web yang dikunjungi dapat menjadi pintu belakang peretas untuk menyusup ke dalam PC tanpa diketahui. Hasilnya kamu akan menjumpai berbagai permasalahan ketika menggunakan laptop, entah itu baterai laptop cepat terkuras, performa melambat, atau program sering crash.

Masalah pc atau laptop yang terjadi kerap mengganggu aktivitas. Hal ini bisa menjadi indikasi bahwa PC atau laptop sedang ‘di susupi’ spyware. Spyware sendiri merupakan perangkat lunak yang terpasang di dalam sistem komputer. Dengan adanya spyware, pengguna bisa memonitor situs apa saja yang dikunjunginya. Namun spyware sering kali bisa mengalihkan pengguna ke situs tertentu, menampilkan pop-up browser yang berisi iklan, hingga virus.

1. Cara Mengetahui PC Terinfeksi Baterai laptop boros.

Cara Mengetahui PC Terinfeksi

Ketika ada program yang tidak diketahui beroperasi secara tiba-tiba, program itu pastinya menggunakan kemampuan prosesor utama. Nah biasanya, program bertipe spyware atau virus sering aktif tanpa sepengetahuan korbannya. Karena hal tersebut, kamu pasti akan menyadari daya baterai laptop semakin singkat dan cepat habis, hingga cepat panas.

Baca Juga  Obat Batuk Alami Untuk Anak Dan Gampang Di Cari

2. Cara Mengetahui PC Terinfeksi Program sering bermasalah dan crash.

Cara Mengetahui PC Terinfeksi

Peretas sering kali mencari cara baru untuk mencuri data kamu. Mereka bisa saja menggunakan cara memasukkan kode tertentu ke dalam program untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan. Hal ini akan berpengaruh pada program beroperasi yang lebih lambat, sering error, dan crash. Untuk mengantisipasi, jangan pernah menyimpan informasi finansial, seperti nomor kartu kredit ke aplikasi.

3. Cara Mengetahui PC Terinfeksi Performa PC atau laptop menjadi lemot.

Jika kamu merasakan PC atau laptop kamu tiba-tiba menjadi lemot, padahal belinya baru, kamu harus berhati-hati. Ini bisa menjadi tanda pc atau laptop kamu terinfeksi malware, seperti worm atau trojan horse. Mereka dapat masuk ke perangkat melalui program yang diunduh.

Terkadang, pelaku kejahatan siber sering menyamarkan malware ini sebagai software resmi. Mereka akan menghabiskan semua kemampuan prosesor dan membuat PC atau laptop berjalan lebih lambat.

4. Cara Mengetahui PC Terinfeksi Webcam tiba-tiba nyala dan merekam.

Jika webcam tiba-tiba nyala dan merekam terjadi maka bisa saja pertanda penjahat siber bisa memata-matai kamu. Tak hanya mampu mencuri data di dalam perangkat, mereka juga bisa mencuri foto dan merekam suara kamu. Ada baiknya, kamu menutup webcam–saat tidak digunakan–dengan lakban, menyalakan mic saat diperlukan saja, dan rutin mengganti kata sandi di layanan yang kamu pakai.

5. Cara Mengetahui PC Terinfeksi Tiba-tiba muncul banyak iklan di layar.

Munculnya iklan memang sangat menyebalkan memang. Kemudian secara tidak sengaja kamu mengeklik. Banner yang muncul dapat menginfeksi komputer atau laptop kamu dengan virus yang akan memunculkan iklan dan plug-in yang tidak kamu ketahui di layar. Selain menganggu pengalaman berselancar internet, hal ini dapat menjadi cara yang memungkinkan peretas untuk mendapatkan akses ke data kamu.

6. Cara Mengetahui PC Terinfeksi Laman utama browser berubah.

Tanda lainnya yang perlu diperhatikan adalah tampilan utama browser kamu. Jika saat membukanya, kamu menyadari ada yang berbeda dari biasanya. Ada baiknya kamu perhatikan lebih teliti.

Tak hanya itu, saat membuka browser dan tiba-tiba mengarahkan ke situs web yang sama sekali belum pernah dikunjungi, ini berarti komputer atau laptop kamu sudah terinfeksi beberapa jenis sofware mata-mata.

Baca Juga  Tujuh Pecahan Uang Baru BI Resmi Meluncurkannya

7. Cara Mengetahui PC Terinfeksi Muncul program tidak dikenal di PC atau laptop

Salah satu cara paling umum pc atau laptop kamu di mata-matai dari jarak jauh adalah melalui malware. Kamu harus secara teratur memeriksa program yang terpasang di perangkat. Terkadang, ada beberapa program yang tidak diinginkan, bisa saja terpasang saat kamu sedang mencoba memasang sesuatu di bundleware.

Cara simpel merawat laptop agar tepat awet

Lantaran fungsinya yang amat penting dan harganya tergolong tidak murah, maka wajib bagi kamu yang memiliki laptop untuk menaja masa pemakaiannya. Satu sisi, memang tak mudah merawat gawai supaya tak jatuh atau terbentur, terkena air, atau tergores. Belum lagi masalah pada perangkat lunak di mana tak semua orang memahaminya.

Nah berikut ini ada beberapa cara yang bisa kamu lakukan agar laptop awet.

1. Jauhkan laptop dari sinar matahari langsung.

Hindari kontak langsung antara laptop dan sinar matahari langsung. Karena beberapa komponen laptop rentan mengalami kerusakan.

2. Jangan menggunakan laptop di atas kasur.

Memakai laptop di atas kasur memang lebih nyaman dan santai. Namun perlu di perhatikan, bahwa menggunakan laptop di atas kasur menyebabkan panas dari laptop tidak keluar dengan sempurna, sehingga laptop mengalami overheat.

3. Jangan sembarangan mengunduh dari software.

Mengunduh software sembarangan dari internet dapat memperbesar kemungkinan serangan virus pada laptop. Sebaiknya kamu menginstal antivirus pada laptop kesayangan agar lebih berhati-hati ketika mengunduh apapun dari internet.

4. Bersihkan laptop secara rutin.

Lindungi layar laptop dengan screen protector atau pelindung layar agar terhindar dari goresan. Bersihkan laptop secara rutin dari debu yang menempel, keyboard dan bagian lainnya.

4 Cara menghapus Spyware dari Windows

1. Uninstall aplikasi

Beberapa Malware dapat di hapus hanya dengan menghapus instalannya, jadi telusuri daftar program di PC Anda dan lihat apakah ada program yang tampak mencurigakan atau yang Anda tahu seharusnya tidak ada di sana. Jika masalah di mulai baru-baru ini, maka program yang baru saja di instal mungkin menjadi penyebabnya.

2. Periksa peramban Anda

Malware biasanya masuk melalui peramban. Chrome tidak memeriksa ekstensi yang di tambahkan ke Toko Web-nya, jadi Anda tidak pernah tahu apakah ekstensi yang Anda pasang akan aman. Jika Anda baru saja menambahkan ekstensi baru, hapus ekstensi tersebut dan lihat apakah itu meningkatkan kinerja PC atau peramban Anda.

Baca Juga  Cara Pesan Makanan Lewat Aplikasi Grab Food

3. Hapus file-file sementara

Banyak Malware menggunakan file sementara di folder Windows Temporary Anda untuk membuat salinannya sendiri. Hapus mereka saat Anda berada dalam Safe Mode. Anda dapat menggunakan aplikasi Pembersihan Disk asli Windows untuk melakukannya. Luncurkan dengan mengeklik tombol Start dan ketik “Disk Cleanup”.

4 Centang kotak di sebelah File sementara dan klik OK.

Cara menghapus Spyware dari Android

Cara Mengetahui PC Terinfeksi

Berikut adalah beberapa tips tentang cara cara menghapus Spyware di Android:

1. Gunakan antivirus

Unduh aplikasi antivirus Android tepercaya dari Google Play store dan jalankan pemindaian menyeluruh. Jika Anda menemukan aplikasi berbahaya, pindahkan ke karantina atau blokir. Anda mungkin masih perlu menghapusnya secara manual.

2. Hapus instalan aplikasi berbahaya secara manual

Pertama, Anda harus mengatur ponsel Anda ke Safe Mode. Fitur ini akan menghentikan aplikasi pihak ketiga yang berjalan di latar belakang. Ini merupakan cara yang baik untuk mengetahui apakah Anda mungkin memiliki virus juga. Jika masalah yang Anda alami berhenti setelah Anda menyalakannya, itu mungkin kesalahan aplikasi tersembunyi. Langkah-langkahnya akan bervariasi untuk model telepon yang berbeda, jadi Anda mungkin perlu mencarinya secara online. Namun, sebagian besar ponsel Android akan memungkinkan Anda untuk beralih ke mode Aman dengan Reboot sederhana. Cukup tahan tombol Daya selama beberapa detik, ketuk dan tahan Matikan. Anda akan melihat pemberitahuan Reboot to Safe Mode. Klik Oke. Perangkat Anda akan Restart dan masuk ke mode Aman. Anda akan melihat Safe Mode di bagian bawah layar Anda.

3. Cari aplikasi yang mencurigakan dan hapus

Buka Pengaturan > Kelola aplikasi atau Aplikasi & pemberitahuan > Aplikasi yang di unduh atau Aplikasi yang di instal. Sekarang cari aplikasi yang mungkin terlihat mencurigakan. Tanyakan pada diri Anda apakah Anda ingat pernah mengunduhnya atau pernah menggunakannya. Jika tidak, hapus. Anda seharusnya dapat mengeklik aplikasi dan mengetuk Uninstall pemasangan. Jika Anda tidak dapat melihat tombol Uninstall, lanjutkan ke langkah berikutnya.

4. Hapus akses administrator

Jika Anda tidak dapat meng-uninstall aplikasi secara manual, aplikasi tersebut mungkin sudah mendapatkan akses administrator ke ponsel Anda. Namun, Anda dapat mengubahnya. Buka Pengaturan> Keamanan> Administrator Perangkat atau yang serupa. Periksa apakah ada aplikasi yang tidak Anda kenal di daftar itu. Jika demikian, hapus akses administrator. Anda sekarang dapat mengulangi Langkah 2 dan menghapus aplikasi yang mencurigakan.