Bir Pletok

Bir Pletok, Saat mendengar kata ‘bir’, pasti akan langsung terbesit di pikiran bahwa ini adalah minuman beralkohol dan haram. Namun ternyata tidak semua bir itu beralkohol dan ada yang halal. Bir ini berasal dari Betawi dan merupakan salah satu minuman bir yang aman untuk di konsumsi yaitu bir pletok. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini:

Asal Usul Bir Pletok

Asal usul nama bir pletok sangatlah unik, kata ‘bir’ di ambil dari bahasa Arab Bi’run yang artinya sumber mata air, sedangkan ‘pletok’ di ambil dari suara yang di timbulkan saat membuka botol minumannya. Sebenarnya, bir ini di buat karena rasa penasaran suku Betawi saat melihat bangsa Belanda meminum beer pada zaman dahulu. Namun, karena minuman beer yang asli itu haram maka solusinya adalah dengan membuat beer versi halal yang sampai sekarang ini di kenal dengan bir.

Bahan pembuatan pletok

Bir halal ini terbuat dari rempah-rempah asli Indonesia yang dapat menghangatkan tubuh. Bahan yang di butuhkan antara lain: jahe, cengkeh, biji pala, lada, sereh, kapulaga, kayu manis, daun pandan, daun jeruk, dan kulit kayu secang. Saat di seduh secara bersamaan, bir akan menghasilkan minuman berwarna merah cokelat pekat yang berasal dari kulit kayu secang sehingga warnanya alami. Untuk penyajiannya, bir ini bisa di sesuaikan dengan selera seperti ingin dalam keadaan di ingin atau hangat karena rasanya yang unik manis namun sedikit pedas dengan aroma yang harum.

Baca Juga  Selamat Ulang Bapak Jokowi Yang ke-61 Tahun!

Manfaat bir Peletok

Selain halal dan tidak beralkohol, bir juga memiliki banyak manfaat untuk kesehatan tubuh. Tak hanya untuk menghangatkan, namun bir ini juga bisa mengatasi nyeri lambung, memperlancar peredaran darah, memulihkan radang sendi, mengobati migran, hingga mengusir masuk angin. Tentunya bir ini sangat cocok dan lebih nikmat di konsumsi saat cuaca yang di ingin.

1. Melancarkan Pencernaan

Mengonsumsi jahe segar yang terkandung dalam Pletok baik untuk pencernaan, terutama bagi Anda yang mengalami kembung setelah makan.

Jahe terkenal dapat merangsang proses pencernaan dengan mempercepat waktu yang di butuhkan oleh lambung untuk mengosongkan isi makanannya menuju ke dalam usus halus.

Itulah mengapa mengonsumsi Bir Pletok di anggap dapat melancarkan pencernaan.

2. Redakan Nyeri Otot

Studi yang di lakukan oleh American Pain Society menemukan bahwa mengonsumsi dua gram jahe per harinya dapat membantu Anda untuk meredakan nyeri otot akibat olahraga.

Para peneliti menganggap bahwa jahe memiliki sifat anti-inflamasi sebagai hyperalgesia, sebuah kata yang merujuk pada jahe yang dapat melawan rangsangan rasa sakit.

Bir Pletok sendiri memiliki kandungan utama jahe. Jadi jika Anda merasakan nyeri otot yang tak kunjung usai, mengonsumsi Bir Pletok dengan kandungan jahe tinggi mungkin dapat membantu.

3. Obati Mual dan Mabuk Perjalanan

Saat merasa mual dan mabuk perjalanan, Anda mungkin pernah di anjurkan untuk mengonsumsi sesuatu yang hangat dan salah satu yang bisa di jadikan pilihan adalah Bir Pletok.

Jahe yang terkandung dalam bir Pletok bisa menjadi cara efektif untuk menangkal mabuk perjalanan. Hal tersebut lantaran salah satu manfaat utama jahe adalah untuk mengurangi rasa mual.

Biasanya mabuk perjalanan maupun mual di sebabkan oleh di sritmia lambung, suatu kondisi yang terjadi ketika ritme otot-otot perut tidak sinkron. Untungnya, di sritmia lambung bisa di atasi dengan mengonsumsi jahe terlebih dahulu.

Baca Juga  Suzuki Punya City Mobil Dan Cara Merawat Mobil

4. Redakan Nyeri Menstruasi

Mengatasi dan meredakan nyeri haid menjadi salah satu manfaat yang di tawarkan oleh jahe. Kandungan jahe dalam Bir sendiri sama efektifnya dengan ibuprofen dan asam mefenamat yang mana biasanya berfungsi untuk mengurangi nyeri menstruasi.

Selain itu, sebuah studi tahun 2014 juga sempat menemukan bahwa jika Anda mengonsumsi jahe setiap hari selama seminggu menjelang siklus menstruasi, maka suasana hati dan gejala PMS lainnya dapat membaik.

5. Jaga Kesehatan Kognitif

Jahe juga di anggap memiliki manfaat untuk mendukung fungsi otak yang sehat. Studi yang di lakukan pada tahun 2012 lalu menemukan bahwa wanita yang mengonsumsi jahe setiap harinya mengalami peningkatan signifikan dalam memori dan kinerja kognitif mereka.

Studi lain menunjukkan hal serupa bahwa sifat bioaktif dan aktivitas antioksidan dalam jahe mungkin bermanfaat dalam melindungi otak dari penurunan kognitif.

Di buat dari aneka rempah yang komplet

Bir Pletok

Bir pletok memiliki campuran rempah-rempah yang cukup komplet d ibanding minuman lainnya. Warna merah yang jadi khas bir pletok berasal dari kayu secang yang ada di dalamnya.

Selain kayu secang, minuman ini juga mengandung jahe, serai, kayu manis, lada hitam, adas, cengkeh, cabe jawa, dan kapulaga. Bahan-bahan bir pletok tergolong komplet untuk secangkir minuman penghangat badan.

Cara Membuat Bir Pletok

Bir pletok adalah minuman penyegar dari Betawi. Komposisi bir pletok yaitu dari berbagai macam rempah-rempah.
Bir pletok di buat dengan cara menaruh campuran rempah-rempah tersebut ke dalam bambu, dan jika tempatnya di tutup dan di tuangkan akan berbunyi pletok. Versi kedua yaitu apabila di taruh di teko, di campur es karena teko bahannya alumunium, di kocok dan berbunyi pletok.

Sedangkan versi ketiga yaitu di campur dengan buah secang, buahnya jika tua berwarna hitam, di buang bijinya dan di pukul hingga berbunyi pletok .

Baca Juga  Cara Memblokir Situs Web

Walaupun bernama bir, pletok tidak mengandung alkohol. Asal katanya berasal dari bi\’run yang berarti abyar atau sumber mata air.

Bahan Baku dan Alternatif Bahan Baku Bir Pletok

Bir Pletok

Bir pletok di buat dari campuran beberapa rempah seperti jahe, daun pandan wangi, kayu manis, cengkeh, pala, kapulaga, dan serai. Agar warnanya menarik dapat di tambahkan kayu secang, yang akan memberikan warna merah jika di seduh dengan air panas.

Pembuatan pletok menggunakan beberapa variasi jenis sesuai selera seperti gula pasir, gula batu, atau gula serta pewarna alami. Pewarna alami yang di gunakan adalah secang untuk merah serta pandan untuk warna hijau.

Beberapa formula juga menggunakan komposisi jahe yang lebih besar dan mengandung garam kapulaga yang di variasikan pada pembuatan sirup bir.

Proses Produksi

Bir pletok dibuat dengan cara sebagai berikut. Penjelasan di bawah di kutip dari buku Ensiklopedia Produk Pangan Indonesia Jilid 2 karya Winiati P Rahayu, dkk:

  1. Jahe di bakar, lalu di geprek.
  2. Kayu manis, serai, kapulaga, pala, cengkeh, dan secang di cuci.
  3. Semua bahan di campur dalam air, kemudian di rebus selama 15 menit.
  4. Hasil rebusan di saring kemudian di tambahkan daun pandan dan gula.
  5. Campuran di rebus kembali hingga mendidih.
  6. Hasil rebusan di saring dan siap untuk di minum.

Cara Konsumsi Bir Pletok

pletok biasanya di konsumsi masyarakat Betawi pada malam hari sebagai penghangat. Apabila di minum k akan terasa peda, selanjutnya badan akan terasa hangat. memiliki berbagai khasiat antara lain yaitu memperlancar peredaran darah, meredakan nyeri lambung, radang sendi, dan masuk angin serta mengurangi rasa mual, batuk, dan gejala flu ringan.
Selain itu juga meningkatkan nafsu makan, membantu menurunkan tekanan darah, dan lain-lain.
Jadi bir di buat dengan cara seperti yang di jelaskan di atas. Detikers sudah pernah mencob belum?